Senin, 26 Desember 2011

Sumbangan Listrik Sebesar 3 Megawatt

Sumbangan listrik sebesar 3 megawatt (MW) dari pusat listrik tenaga air (PLTA) Karebbe belum terealisasi. Oleh karena itu, PT (Persero) PLN belum bisa menjamin tidak akan ada pemadaman listrik pada1Januari2012diKabupaten Luwu Timur (Lutim).

Kepala PLN Ranting Malili Suardi mengaku,belum ada informasi terkait daya tambahan sebesar 3 MW dari PLTA Karebbe.“ Sejauh ini kami juga belum menerima kejelasan apa pun. Untuk masalah listrik yang 3 MWitu, masihdalampembicaraan antara PT Vale dan Pemkab Lutim,”ucapnya, kemarin. Manager Bidang Niaga dan Pelayanan PT PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara Nurjaya Amral berharap, pemerintah dan swasta mengkoordinasikan kebutuhan listrik mereka.

Terutama untuk rencana investasi jangka panjang.“Ini untuk memprediksi kebutuhan masyarakat dalam rangka menghindari pemadaman akibat tidak sebanding dengan kebutuhan dan daya listrik yang tersedia,”katanya. Warga Kabupaten Lutim berharap terbebas dari pemadaman listrik, sebab Kabupaten Lutim merupakan lumbung listrik. Apalagi ada bantuan dari PT Vale Indonesia - dahulu PT Inco – sehingga total mencapai 9,2 MW.

Dengan rincian 5 MW sumbangan dari dari PT Vale Indonesia,1,2 MW sumbangan PLTD Malili, dan 3 MW dari PLTA Karebbe. “Sangat tidak masuk akal jika dikatakan kekurangan daya. Padahal bantuan dari perusahaan swasta sangat besar,” ucap Mahfud salah seorang warga Malili, kemarin. Sementara itu, Staf Ahli Bidang Hukum Pemkab Lutim A.

Murphi, permasalahan pemadaman listrik tidak hanya menjadi persoalan yang terjadi di Lutim. Hampir semua tempat merasakan benar imbas dari parahnya kondisi kelistrikan di Indonesia. “Saya rasa ini bukan hanya permasalah kita di Lutim, sebab semua tempat merasakan hal yang sama,”katanya.

Jumat, 16 Desember 2011

Dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI telah diberhentikan sementara

Dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI telah diberhentikan sementara oleh Badan Kehormatan (BK). Pemberhentian sementara itu diumumkan dalam rapat paripurna yang digelar di gedung DPR, Jakarta, Jumat 16 Desember 2011.

Laporan dari pimpinan BK terkait penghentian sementara dua anggota DPR oleh BK, apakah dapat disetujui?" Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung bertanya kepada peserta saat memimpin rapat paripurna. Pramono tidak menyebut siapa dua orang dimaksud. Namun, semua peserta rapat paripurna serentak menyatakan setuju.

Sebelumnya, Ketua Badan Kehormatan DPR RI M. Prakoso mengatakan bahwa setiap anggota Dewan yang sudah ditetapkan sebagai terdakwa, maka berdasarkan UU No. 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPRD, dan DPD yang bersangkutan otomatis akan diberhentikan sementara. Yang bersangkutan baru akan diberhentikan secara tetap jika putusannya sudah inkraag atau berkekuatan hukum tetap.

"Begitu amar putusan kami terima maka kami putuskan dan sampaikan segera di rapat paripurna," kata Prakoso. Prakoso juga enggan menjelaskan siapa anggota Dewan yang telah diberhentikan sementara itu. "Itu tidak bisa saya beritahukan karena menyalahi aturan. Seharusnya, pimpinan DPR yang mengumumkannya," kata dia.

Menurut catatan media, ada sejumlah anggota DPR RI yang sedang dijerat masalah hukum. Salah satunya adalah Wa Ode Nurhayati dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) yang kini berstatus tersangka dalam kasus korupsi Dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID), yang ditangani KPK.

Selain itu, juga ada Panda Nababan dari Fraksi PDIP yang telah divonis bersalah oleh pengadilan terkait kasus suap cek pelawat dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada 2004 lalu. Adapun Muhammad Nazaruddin, yang tersangkut kasus suap pembangunan wisma atlet SEA Games, telah dicopot dari Partai Demokrat.

Senin, 05 Desember 2011

Penguatan Jembatan Semanggi dan Jembatan Dewi Sartika

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan melakukan penguatan jembatan Semanggi dan jembatan Dewi Sartika mulai 9 Desember 2011 mendatang. Selama pengerjaan berlangsung akan terjadi penyempitan jalan, sehingga hanya menyisakan satu jalur saja.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono mengatakan, meski terjadi penyempitan di sekitar lokasi, jalan yang tersisa itu masih bisa dilalui oleh semua kendaraan yang melintas baik di Jalan Jenderal Sudirman maupun di Jalan Dewi Sartika. Saat pengerjaan hanya menyisakan satu jalur," kata Pristono di Jakarta 5 Desember 2011. Dia menjelaskan pengaturan arus lalu lintas di dua lokasi berbeda itu akan dilakukan secara bertahap mulai 9 Desember hingga selesai.

Pengerjaan penguatan jembatan dan pengaturan arus lalu lintas hanya akan dilakukan mulai dini hari yakni, pukul 24.00-05.00. Pengerjaan penguatan jembatan di kedua lokasi itu dilakukan secara bersamaan," ucapnya. Pihaknya mengimbau kepada para pengguna jalan agar dapat menyesuaikan pengaturan lalu lintas yang ditetapkan sementara.

Dinas Perhubungan DKI Jakarta

Dinas Perhubungan DKI Jakarta berjanji akan mulai mengoperasikan 44 armada bus gandeng (articulated bus) TransJakarta pada 30 Desember 2011. Penambahan armada ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan bus Transjakarta.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, mengatakan saat ini ke-44 armada bus gandeng sudah masuk tahap penyelesaian, seperti pemasangan jok dan pintu. Sekarang sudah masuk tahap finishing. Tinggal penyempurnaan saja, seperti pemasangan pintu dan jok. Akhir Desember sudah dapat dioperasikan," ujar Pristono kepada media massa di Jakarta, Selasa, 6 Desember 2011.

Pristono menjelaskan, nantinya sebanyak 21 unit bus akan digunakan untuk Koridor XI (Pulo Gebang-Kampung Melayu) dan 23 unit lainnya digunakan sebagai armada tambahan bagi koridor-koridor lain jika mengalami kekurangan armada. Adapun anggaran untuk pengadaan 44 armada bus gandeng ini sekitar Rp167,2 miliar. "Sebanyak 23 armada akan dioperasikan untuk koridor XI, sisanya akan disebar," tambah Pristono.

Dia mengungkapkan pengadaan bus gandeng tersebut diprioritaskan pada tahun ini karena bus tunggal yang selama ini diterapkan di koridor-koridor awal sudah tidak memungkinkan menampung ribuan penumpang tiap harinya.

Hingga saat ini tercatat penumpang Bus Transjakarta rata-rata mencapai 350 ribu penumpang per hari. Setiap bus gandeng dapat mengangkut sekitar 180 penumpang. Artinya, jika diakumulasikan dengan jumlah 44 bus, sebanyak 7.920 penumpang akan diangkut dalam sekali jalan.

"Dengan bus gandeng penumpang yang terangkut akan lebih banyak lagi, sehingga diharapkan tidak akan ada penumpukan penumpang," kata dia. Dengan adanya penambahan bus gandeng, Pristono menegaskan, bukan berarti single bus (bus tunggal) akan dibuang begitu saja. Melainkan, bus tunggal itu akan dievaluasi masa pakai (lifetime).

Jika masa pakainya masih baik, akan dilakukan rehabilitasi atau perbaikan bus dengan memakai anggaran perbaikan. Rencananya bus tunggal yang akan direhab kebanyakan ada di Koridor I, II dan III, karena umurnya sudah mencapai hampir delapan tahun.

Sementara itu pada 2012 mendatang, Dishub DKI Jakarta juga akan menambah sebanyak 202 bus gandeng yang akan melengkapi 524 armada bus Transjakarta sebelumnya. Pengadaannya dilakukan secara bertahap yakni kuartal ketiga 2012 ada 66 bus gandeng, 76 bus gandeng di bulan Desember serta ditambah 60 armada cadangan.