
Ini, as in longgarnya jadwal, dimanfaatkan betul oleh beberapa kelompok mahasiswa. Bagi mereka, ini adalah kesempatan emas untuk melakukan hal" yang jarang mereka lakukan ketika jadwal perkuliahan normal berlangsung. Kelompok pertama adalah kelompok hedonis, atau mungkin lebih tepatnya, kelompok sering-mengalami-kebosanan-akut-di-kos. Mereka memandang bahwa menghabiskan waktu di luar bersama kawan" (dan tentunya pacar) adalah jauh lebih indah daripada hanya sekedar mendekam di kosan. Apalagi, seringnya mati lampu yang terjadi di Jakarta akhir" ini, mengakibatkan mereka jadi lebih sering keluar atau jalan". Minimal, ke Bintaro Plaza untuk sekedar cuci mata atau nongkrong di salah satu restorannya untuk memanfaatkan hotspotnya. Tidak hanya itu, mereka juga sering terlihat di Kota Tua, Taman Mini, 21, Tendencies atau nonton Kick Andy di Metro TV.
Kelompok kedua, sebaliknya. Mereka adalah kelompok yang suka ngendon di kosan. Ini mungkin disebabkan oleh adanya akses internet yang memadai untuk dipakai surfing, buffering dan downloading. Saking seringnya mereka download, mereka menjadi rujukan bagi mereka yang ingin mendapatkan MP3 terkini, film" Hollywood terupdate hingga film" ala Glodok. Apabila dimonitor melalui facebook chat, mereka ini terlihat seriiiing sekali online. Dalam kelompok ini, juga termasuk di dalamnya pecinta game DoTA. Tidak jarang mereka menghabiskan malam di gedung” game online yang tersebar di Bintaro. Hal ini juga berarti satu hal, pacar” mereka yang harus siap tidur dengan frown di wajahnya karena diduakan dengan game ini. Hehehe
Kelompok ketiga adalah mereka yang hobi tidur di kosan. Mereka, jelas sekali, BAU NAGA.
Kelompok keempat adalah kelompok alim. Mereka sering sekali mengupdate status mereka di facebook dengan kata" semacam "Ayo Ixxx, jauhkan perutmu dari tempat tidur untuk beribadah", "Sesungguhnya hiasilah malammu dengan sholat tahajud", atau "Janganlah kamu habiskan siangmu untuk tidur. Mengajilah dan kamu akan mengecap nikmatnya iman" Mereka, selama sebulan ini, jadi terlihat lebih alim dari biasanya. Ini adalah hal yang wajar sebagai konsekuensi atas banyaknya kajian" dan majelis" taklim yang mereka ikuti selama sebulan ini, lebih seringnya mentoring" yang dilakukan hingga maksimalisasi muraja’ah mereka. Sering sekali mereka ini terlihat bercengkrama di masjid, mengaji, sampai rajin mengikuti shalat berjamaah.
Kelompok lima adalah kelompok olahragawan. Tiada hari tanpa olahraga bagi penghuni grup ini. Bagian ini, sayangnya, tidak terlalu menarik gender perempuan karena saking seringnya mereka terlihat menghabiskan waktu di tempat futsal hingga di lapangan STANtiago Berdebu. Dalam waktu sebulan, jelas terlihat perubahan dalam diri mereka. Badan yang semakin bugar dan tentunya kaki yang semakin besar.
Kelompok enam adalah kelompok aktivis. Mereka terbagi menjadi tiga bagian, kelompok organda, kelompok elkam dan kelompok kepanitiaan besar. Untuk kelompok organda, mereka jadi terlihat lebih sering berkumpul. Alasannya sih agar menjadi makin kompak. Konsekuensinya, media pengumuman yang terbatas di sekitaran Kalimongso, menjadi terlihat penuh sesak oleh pamflet mereka. Tidak hanya itu, mereka jadi bisa lebih sering berkoordinasi utuk kepentingan Try Outnya, misalnya.
Kelompok elkam juga tidak mau kalah. Mereka jadi lebih sering kumpul atau temu anggota baru. Bahkan, banyak di antara mereka yang terlihat sering mengadakan acara untuk lebih meramaikan kampus, misalnya, cek donor darah. Kelompok terakhir dari bagian ini adalah kelompok kepanitiaan besar. Mereka biasanya tergabung di BEM dan HMS juga. Orang” kepanitiaan seperti NAC, Porma dan Spectacular jadi bisa lebih mematangkan acara mereka. Selain itu, di BEM juga sedang ada acara Magang. Wah, banyak pilihan deh untuk jadi aktivis di kampus ini.
Kabar yang saya dengar sih longgarnya kuliah ini hanya akan berlangsung selama sebulanan. Akan tetapi, kalau melihat tipikal anak STAN yang jarang diberi kesempatan seluang ini, tentunya akan berdampak baik buat mereka yang jarang nyalurin hobi"nya atau melakukan kegiatan yang jarang mereka lakukan seperti yang saya sebutin di atas. Jadi, waktu sebulanan ini, saya rasa cukup lah untuk membuat mereka menjadi pribadi yang lebih baru. OK, mempunyai pacar supermodel juga akan memberikan sensasi yang sama, tetapi, sekali lagi, itu di luar konteks. While you have so much leisure time like this, just don't forget to fill with something useful. Allrite!
we often neglect to find the beauty in things we see every day
Read More...





























